Jumat, 25 November 2016

perut muda bencat (apendiks): anatomi serta fisiologinya

anatomi perut muda bencat (apendiks)

saluran penghancuran (traktus digestivus) pada dasarnya ialah sesuatu saluran (balang) atas jauh sekeliling 30 kaki (9m). yang bepergian dengan komponen lagi badan dari mulut hingga ke anus (sembilan m ialah jauh saluran penghancuran pada bangkai; panjangnya pada orang hidup sekeliling separuhnya karna peregangan lalu menembus abar-abar otot saluran). saluran penghancuran melingkupi organ-organ selanjutnya: mulut; hulu kerongkongan; esophagus; alat pencernaan; perut muda lembut; (terdiri dari duodenum, jejunum, serta ileum); perut muda besar (terdiri dari sekum, apendiks, kolon serta rectum); serta anus (lauralee sherwood, 2001).

apendiks adalah alat berupa balang, panjangnya kurang lebih 10 centimeter (edaran 3-15 centimeter), serta berakar di sekum. lumennya ketang di komponen proksimal serta meluas di komponen distal. akan tetapi begitu, pada anak, apendiks berupa runjung, bidang jebab belantara pada pangkalnya serta mengecil pada ujungnya.

kondisi ini boleh jadi jadi karna rendahnya kejadian apendisitis pada baya itu. pada 65% masalah, apendiks terdapat intraperitoneal. domisili itu membolehkan apendiks beranjak serta bilik geraknya bergantung pada jauh mesoapendiks penggantungnya. pada masalah selebihnya, apendiks terdapat retroperitoneal, ialah di belakang sekum, di belakang kolon asendens, alias di pinggir lateral kolon asendens.

indikasi klinis apendisitis ditetapkan oleh posisi apendiks. persarafan parasimpatis berawal dari agen n. vagus yang membuntuti a. mesenterika besar serta a. apendikularis, sebaliknya persarafan simpatis berawal dari n. torakalis x. oleh karna itu, sakit visceral pada apendisitis berasal di sekeliling pusar. pendarahan apendiks berawal dari a. apendikularis yang adalah nadi tanpa berdampingan. bila nadi in tersendat, semisal karna trombosis pada infeksi, apendiks bakal mendapati gangren (wim de jong, 2004).

ilmu faal perut muda bencat (apendiks)

apendiks membuahkan cairan pekat 1-2ml masing-masing hari. cairan pekat itu normalnya dicurahkan ke dalam lumen serta berikutnya mengalir ke sekum. aral gerakan cairan pekat di ambang apendiks bisa jadi berfungsi pada pathogenesis apendisitis (wim de jong, 2004).

immunoglobulin sekretoar yang dibuahi oleh galt (gut associated lymphoid tissue) yang ada di sepanjang saluran hancur termasuk apendiks, adalah tulang rusuk. imunoglobulin itu amat ampuh selaku beking akan infeksi.

akan tetapi begitu, inaugurasi apendik enggak mempengaruhi system kalis badan karna besaran jaringan limf di sini minim sekali bila ketimbang atas jumlahnya di saluran hancur serta di semua badan (wim de jong, 2004).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar